Gaji Tak Lagi Cukup, Semakin Banyak Karyawan Pilih Bangun Bisnis Sampingan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 08 Jul 2026, 20:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Semakin banyak pekerja kelas menengah memilih membangun usaha sampingan di tengah naiknya biaya hidup. Bisnis kecil menjadi cara untuk menambah penghasilan sekaligus menjaga kondisi keuangan keluarga.

Fenomena tersebut terlihat dalam bazar UMKM di Boulevard Asana Residence Cibubur. Banyak pekerja memanfaatkan waktu di luar jam kantor untuk menjual produk yang mereka bangun sendiri.

Salah satunya Iman Ratra yang mengembangkan merek parfum bersama istrinya sejak 2023. Selain bekerja di industri media, ia kini mengandalkan bisnis tersebut sebagai sumber pemasukan tambahan.

Iman menilai banyak pekerja kini tidak lagi hanya mengejar kenaikan gaji atau jabatan. Mereka mulai membangun merek sendiri agar memiliki sumber pendapatan yang lebih stabil, sekaligus memberi ruang untuk berkreasi di luar pekerjaan utama.

Cerita serupa datang dari Delly Ferdian yang memulai bisnis pempek beku dengan modal sekitar Rp800.000. Berawal dari permintaan rekan kerja istrinya, usaha itu kini ikut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dipasarkan melalui platform e-commerce.

Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman menilai tren ini merupakan strategi bertahan kelas menengah. Menurutnya, kenaikan pendapatan dari pekerjaan utama tidak lagi mampu mengejar laju peningkatan biaya hidup.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kelas menengah dan calon kelas menengah mencapai 66,35 persen dari total penduduk Indonesia serta menyumbang 81,49 persen konsumsi rumah tangga nasional. Namun jumlah kelas menengah turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025, sehingga semakin banyak pekerja memilih mendiversifikasi penghasilan melalui bisnis sendiri.