JAKARTA, Cobisnis.com - Pemadaman listrik bergilir di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, berdampak pada penghasilan pengemudi ojek daring. Dalam beberapa hari terakhir, pendapatan mereka dilaporkan turun hingga 50 persen akibat terganggunya aktivitas pemesanan.
Keluhan itu disampaikan perwakilan pengemudi ojol Singkawang, Sukri, dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Kota Singkawang, Aliansi Masyarakat Peduli Singkawang, dan PT PLN UP3 Singkawang pada Rabu.
Menurut Sukri, jaringan telekomunikasi yang tidak stabil dan banyaknya restoran mitra yang tutup saat listrik padam membuat pesanan makanan menurun drastis. Bahkan, sebagian pengemudi mengaku tidak menerima order sama sekali dalam sehari.
Kerugian juga terjadi ketika pengemudi sudah menuju restoran, tetapi pesanan dibatalkan karena tempat usaha tutup akibat pemadaman. Kondisi itu membuat waktu dan biaya operasional, termasuk bahan bakar, terbuang sia-sia.
Sukri menyebut rata-rata pendapatan pengemudi selama pemadaman bergilir turun hingga separuh dibanding hari normal. Dampaknya juga dirasakan pada performa akun karena aktivitas operasional ikut terganggu.
Para pengemudi meminta PLN tidak hanya memberikan kompensasi kepada pelanggan listrik, tetapi juga mempertimbangkan bantuan bagi pekerja yang kehilangan penghasilan. Aspirasi tersebut telah disampaikan kepada manajemen PLN untuk dipelajari lebih lanjut.
PLN UP3 Singkawang menjelaskan pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada sistem suplai pembangkit listrik. Pemulihan ditargetkan selesai pada 11 Juli 2026, dengan pasokan listrik untuk fasilitas vital tetap menjadi prioritas.