JAKARTA, Cobisnis.com – Google mulai menyiapkan perubahan besar dalam cara pengguna berinteraksi dengan smartphone melalui teknologi kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan membayangkan AI dapat menjalankan berbagai tugas tanpa pengguna harus terus memberikan perintah.
Misalnya, AI bisa membantu menjadwalkan janji temu dokter berikutnya. Teknologi itu juga dapat membantu mengirim email tanpa pengguna harus mengetik panjang.
Konsep tersebut mengarah pada penggunaan AI agent yang mampu menjalankan tugas secara mandiri di perangkat. Google dan sejumlah perusahaan teknologi besar melihat pendekatan ini sebagai masa depan penggunaan smartphone.
Perangkat Pixel terbaru yang Google umumkan pada Rabu membawa sejumlah fitur untuk mendukung konsep tersebut. Salah satunya hadir pada Pixel 11 Pro. Lampu baru di bagian belakang perangkat akan menyala ketika Gemini memproses perintah pengguna. Selain itu, Google menyiapkan fitur Android bernama Halo. Fitur tersebut akan hadir pada akhir tahun ini.
Halo akan menunjukkan perkembangan AI agent ketika menjalankan sebuah tugas. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung tanpa harus terus memantau layar. Sementara itu, perkembangan AI agent juga memperketat persaingan antara Google dan Apple.
Kedua perusahaan mengoperasikan platform smartphone yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia. Namun, keduanya juga menghadapi persaingan dari ChatGPT. Kehadiran chatbot berbasis AI tersebut semakin kuat dalam aktivitas digital sehari-hari.
Karena itu, Google mulai mengintegrasikan AI lebih dalam ke Android. Perusahaan ingin membuat smartphone mampu menjalankan lebih banyak pekerjaan secara otomatis.
Perubahan tersebut dapat mengurangi kebutuhan pengguna untuk membuka aplikasi dan melakukan setiap langkah secara manual.
Jika teknologi ini berkembang sesuai harapan Google, smartphone masa depan tidak hanya menunggu perintah. Perangkat juga dapat memahami tujuan pengguna dan menyelesaikan tugas secara lebih mandiri.