Ingin Berhenti Merokok? Pakar UGM Jelaskan Manfaat Permen Karet Nikotin

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Jul 2026, 19:26 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Berhenti merokok tidak selalu harus dilakukan secara mendadak. Salah satu metode yang dapat membantu proses tersebut adalah menggunakan permen karet nikotin atau nicotine gum sebagai bagian dari terapi pengganti nikotin.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa produk seperti Nicorette mengandung nikotin dalam dosis tertentu. Produk ini termasuk dalam Nicotine Replacement Therapy atau NRT yang bertujuan membantu mengurangi ketergantungan terhadap rokok.

Menurut Zullies, permen karet nikotin tidak digunakan seperti permen biasa. Pengguna harus mengunyahnya secara perlahan hingga muncul sensasi pedas atau kesemutan, lalu meletakkannya di antara pipi dan gusi selama beberapa menit.

Metode tersebut dikenal sebagai chew and park. Setelah sensasi berkurang, permen kembali dikunyah dan diparkir lagi agar nikotin dapat diserap melalui lapisan mulut secara optimal.

Ia menjelaskan bahwa kecanduan rokok terutama disebabkan oleh nikotin. Saat seseorang berhenti merokok, kadar nikotin dalam tubuh turun sehingga memicu gejala seperti keinginan kuat untuk merokok, gelisah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga gangguan tidur.

Permen karet nikotin bekerja dengan memberikan nikotin dalam jumlah lebih kecil dan diserap lebih lambat dibandingkan rokok. Cara ini membantu mengurangi gejala putus nikotin tanpa harus terpapar ribuan zat berbahaya dari asap rokok.

Produk tersebut umumnya tersedia dalam dosis 2 miligram dan 4 miligram. Selain nikotin sebagai bahan aktif, terdapat bahan tambahan seperti perasa mint, pemanis, dan penstabil untuk membentuk sediaan permen.

Dengan berkurangnya keinginan untuk merokok, seseorang dapat mengurangi konsumsi rokok secara bertahap hingga akhirnya berhenti. Terapi ini bertujuan mempermudah proses berhenti merokok secara lebih nyaman dan terkontrol.

Permen karet nikotin umumnya dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Namun, pengguna tetap disarankan berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan agar dosis yang digunakan sesuai dengan tingkat ketergantungan.

Zullies juga mengingatkan bahwa terapi ini dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti iritasi mulut, mual, cegukan, nyeri rahang, sakit kepala, atau pusing. Pada ibu hamil, ibu menyusui, remaja, maupun penderita penyakit jantung tertentu, penggunaan terapi pengganti nikotin sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.