JAKARTA, Cobisnis.com - Mobil hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar melalui kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Namun, konsumsi BBM kendaraan ini tetap dipengaruhi oleh cara pengemudi mengoperasikannya.
Teknik berkendara yang tepat dapat membantu memaksimalkan kinerja sistem hybrid. Menurut Toyota, perbedaan gaya mengemudi bahkan berpotensi menghasilkan efisiensi BBM hingga 20% sampai 40% dibandingkan kebiasaan berkendara biasa.Salah satu kuncinya adalah menjaga akselerasi tetap halus, terutama saat kendaraan bergerak dari posisi diam hingga kecepatan 40 km/jam. Pengemudi disarankan menekan pedal gas secara perlahan selama 3 sampai 5 detik dan menghindari akselerasi mendadak.
Pada kecepatan rendah, motor listrik dapat bekerja lebih dominan sehingga penggunaan bensin berkurang. Mode EV juga bisa dimanfaatkan saat menghadapi kemacetan, terutama pada kecepatan di bawah 50 km/jam sesuai kemampuan kendaraan.
Pengemudi juga disarankan menjaga kecepatan tetap stabil di kisaran 60 sampai 80 km/jam. Rentang tersebut disebut sebagai titik efisiensi ketika mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara seimbang.
Teknik pengereman turut memengaruhi konsumsi bahan bakar. Mobil hybrid memiliki fitur regenerative braking yang mengubah energi pengereman menjadi listrik untuk mengisi kembali baterai.
Karena itu, pengemudi sebaiknya menghindari pengereman mendadak. Cara yang dianjurkan adalah melepas pedal gas lebih awal ketika mendekati lampu merah, kemudian mengurangi kecepatan secara bertahap agar proses pemulihan energi berjalan lebih optimal.
Selain itu, pengemudi perlu mengurangi beban kendaraan dan hambatan yang tidak diperlukan. Setiap tambahan beban 50 kg disebut dapat meningkatkan konsumsi BBM sekitar 1% sampai 2%.
Pemilihan mode berkendara juga tidak boleh diabaikan. Penggunaan mode Sport secara terus-menerus dan jarang memanfaatkan mode EV dapat mengurangi potensi efisiensi yang ditawarkan kendaraan hybrid.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah tekanan ban dan penggunaan pendingin kabin. Pengemudi disarankan menjaga tekanan ban sesuai standar serta mengatur suhu AC di kisaran 24 sampai 26 derajat Celsius.
Pada dasarnya, sistem hybrid mengatur perpindahan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik secara otomatis. Dengan akselerasi halus, kecepatan stabil, serta pengereman bertahap, pengemudi dapat membantu kendaraan bekerja lebih efisien tanpa harus mengorbankan kenyamanan perjalanan.