Penelitian Ungkap Cara Membedakan Wajah Orang Kaya dan Miskin

Oleh Hidayat Taufik pada 09 Nov 2026, 00:10 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Penampilan seseorang kerap dikaitkan dengan kondisi finansial. Namun, pakaian bermerek, kendaraan mewah, hingga rumah megah ternyata bukan satu-satunya hal yang memengaruhi penilaian orang terhadap kekayaan seseorang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa karakteristik ekspresi wajah dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap status sosial dan tingkat ekonomi orang lain.

Peneliti Thora Bjornsdottir mengungkapkan bahwa perbedaan kelas sosial bahkan dapat dikenali melalui raut wajah seseorang ketika sedang tidak menunjukkan ekspresi tertentu.

"Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah sering diteliti, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat terlihat dari wajah," ujarnya, dikutip dari berbagai sumber Senin (9/11/2026).

Orang dengan Kondisi Finansial Stabil Cenderung Dinilai Lebih Bahagia

Penelitian tersebut menemukan bahwa individu dengan kondisi finansial lebih stabil umumnya memiliki tingkat stres lebih rendah. Kondisi emosional yang terbentuk dalam jangka panjang diduga memengaruhi pola ekspresi wajah seseorang.

Sebaliknya, tekanan akibat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dapat meninggalkan ketegangan emosional yang secara tidak langsung tercermin pada wajah.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan 160 foto hitam-putih dengan ekspresi netral. Foto tersebut terdiri dari 80 pria dan 80 wanita, dengan separuh berasal dari kelas sosial atas dan sisanya dari kalangan pekerja.

Responden kemudian diminta menebak latar belakang sosial setiap orang dalam foto. Hasilnya, sebanyak 68 persen jawaban responden terbukti tepat, jauh di atas kemungkinan tebakan secara acak.

Akurasi tersebut tetap tinggi meskipun foto hanya memperlihatkan bagian mata atau mulut. Menariknya, sebagian besar responden tidak mengetahui petunjuk yang mereka gunakan untuk membedakan status sosial seseorang.

Peneliti lainnya, Nicholas O. Rule, menjelaskan bahwa wajah dapat merekam pola emosi yang dialami seseorang sepanjang hidup. Kontraksi otot akibat stres berulang maupun kebahagiaan yang konsisten berpotensi membentuk garis dan struktur halus pada wajah.

Penilaian Wajah Berpotensi Memunculkan Diskriminasi

Meski demikian, kemampuan menebak status sosial melalui wajah juga berpotensi menimbulkan persoalan. Seseorang yang dianggap memiliki wajah dari kalangan berada bisa mendapatkan perlakuan lebih menguntungkan dibandingkan orang lain.

"Persepsi kelas sosial berbasis wajah mungkin memiliki konsekuensi lanjutan yang penting. Kita tahu ada yang disebut siklus kemiskinan, dan penilaian visual ini berpotensi menjadi salah satu faktor pendorongnya," tegas Rule.

Temuan ini menunjukkan bahwa penilaian berdasarkan penampilan fisik dapat memengaruhi interaksi sosial. Namun, karakteristik wajah bukan ukuran pasti untuk menentukan kekayaan maupun kondisi ekonomi Seseorang.