JAKARTA, Cobisnis.com - Situasi di Lebanon selatan kembali memanas setelah artileri Israel dilaporkan menembaki kawasan al-Khiam dan suara ledakan terdengar di Houla.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah aktivitas militer yang kembali meningkat di sejumlah wilayah dekat perbatasan Israel-Lebanon.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (1/10/2026), Lebanon National News Agency (NNA) melaporkan serangan artileri Israel di al-Khiam pada Selasa (29/9/2026).
Laporan tersebut belum merinci jumlah peluru yang ditembakkan maupun titik spesifik yang menjadi sasaran.
NNA juga belum melaporkan adanya korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Khiam dan Houla merupakan wilayah di Lebanon selatan yang berada dekat perbatasan Israel dan dalam beberapa pekan terakhir beberapa kali dilaporkan menjadi lokasi aktivitas militer.
Khiam sebelumnya juga dilaporkan mengalami serangan artileri Israel pada 28 September, termasuk penembakan di area sebelah utara sekolah al-Mabarrat.
Sehari sebelumnya, aktivitas artileri Israel dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk Khiam dan kawasan sekitar Houla.
Laporan tersebut mengutip sumber militer Lebanon yang menyebut artileri Israel menembaki sejumlah permukiman di wilayah selatan.
Selain penembakan di Khiam, suara ledakan juga terdengar di Houla, kota di Lebanon tenggara yang berdekatan dengan perbatasan Israel.
Namun, belum diketahui penyebab pasti ledakan tersebut maupun apakah berkaitan langsung dengan serangan artileri di Khiam.
Pada 29 September, laporan dari Lebanon juga menyebut artileri Israel menargetkan sejumlah area di sekitar Houla.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada informasi mengenai korban atau kerusakan akibat perkembangan terbaru di Lebanon selatan.