Kereta Cepat Tewaskan 69 Orang, Menteri Transportasi Spanyol Mengundurkan Diri

Oleh Chodijah Febriani pada 05 Nov 2026, 10:49 WIB

Kecelakaan Kereta Api Cepat di Spanyol - Instagram @europapress

JAKARTA, Cobisnis.com - Buntut dari kecelakaan enam hari lalu yang melibatkan kereta api berkecepatan tinggi yang menewaskan 69 orang dan melukai puluhan lainnya, Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente pada Selasa (3/11/2026) mengumumkan pengunduran diri.

Puente mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab politik setelah dua kecelakaan kereta api mematikan terjadi di Spanyol dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

"Seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak dapat terus menduduki jabatannya setelah dua kecelakaan dalam waktu kurang dari satu tahun, demi menjaga martabat."

"Karena itu, keputusan saya merupakan keputusan yang didasarkan pada martabat politik dan harus dipandang demikian," ungkap Puente di hadapan Deputasi Tetap Kongres Spanyol, dikutip dari anadolu.

Puente mengatakan dirinya semula memutuskan untuk menunggu hasil awal penyelidikan kecelakaan sebelum mengumumkan pengunduran diri.

Ia juga memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai kandidat utama Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) di Valladolid dalam pemilihan pada 29 November.

Dalam pidatonya, Puente turut membela kebijakan pemerintah terkait investasi infrastruktur perkeretaapian dan menolak tuduhan bahwa jalur kereta cepat Madrid-Sevilla telah diabaikan.

Ia mengatakan pemerintah telah meluncurkan program modernisasi jalur tersebut senilai 780 juta euro (873 juta dolar AS).

Menurut Puente, investasi tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur perkeretaapian tidak ditelantarkan ataupun dilupakan oleh pemerintah.

Kecelakaan pada 28 Oktober terjadi ketika kereta cepat Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti di dekat Urda, Provinsi Toledo.

Puente menjelaskan bahwa gangguan pada sistem perlindungan kereta otomatis sebelumnya menyebabkan kereta-kereta berhenti, sebelum seorang pengendali perjalanan mengizinkan kereta Renfe kembali melaju dengan kecepatan normal.

Sebelumnya, pada Januari lalu, kecelakaan lain di jalur kereta cepat yang sama, yang menghubungkan Madrid dan Sevilla, menewaskan 46 orang.