JAKARTA, Cobisnis.com – CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk pertama kalinya memberikan kesaksian di hadapan juri terkait tuduhan bahwa media sosial, termasuk Instagram, berdampak buruk pada kesehatan mental anak-anak.
Kesaksian ini muncul dalam gugatan yang diajukan Kaley (20), yang menuduh Instagram dan YouTube milik Google dirancang secara sengaja agar membuat ketagihan. Ia mengaku mulai menggunakan Instagram sejak usia sekolah dasar dan mengalami kecemasan, depresi, hingga gangguan citra tubuh (body dysmorphia). Hasil gugatan ini berpotensi memengaruhi ratusan kasus lain dari keluarga yang menilai anak-anak mereka dirugikan atau bahkan meninggal akibat penggunaan media sosial. Pihak Meta membantah tuduhan tersebut dan menyatakan telah menerapkan berbagai langkah untuk melindungi pengguna muda.
Waktu Penggunaan Instagram Jadi Sorotan
Kuasa hukum Kaley, Mark Lanier, menyoroti dokumen internal yang menunjukkan Instagram berupaya meningkatkan durasi penggunaan pengguna demi bersaing dengan platform seperti TikTok. Dalam dokumen internal, kepala Instagram Adam Mosseri menyebut fitur video pendek Reels berhasil mendorong waktu penggunaan ke level tertinggi sepanjang masa. Bahkan terdapat target untuk melampaui TikTok dalam hal durasi penggunaan.
Zuckerberg menegaskan bahwa waktu penggunaan hanyalah indikator keberhasilan layanan dalam memberikan nilai, bukan tujuan utama untuk membuat pengguna kecanduan. Ia mengatakan Meta kini lebih fokus pada “utility and value” dibanding target waktu spesifik.
Kontroversi Filter “Beauty”
Pengacara penggugat juga menyoroti fitur filter kecantikan Instagram yang dinilai dapat memengaruhi persepsi diri remaja. Beberapa ahli internal Meta disebut telah memperingatkan potensi dampak negatifnya.
Zuckerberg menjelaskan bahwa perusahaan tetap mengizinkan filter tersebut atas nama kebebasan berekspresi, meski tidak secara aktif merekomendasikannya. Ia menyebut pelarangan fitur itu akan bersifat “paternalistik.”
Pengguna Di Bawah Umur
Instagram mensyaratkan usia minimal 13 tahun untuk membuat akun. Namun, dokumen internal tahun 2015 memperkirakan lebih dari 4 juta pengguna Instagram berusia di bawah 13 tahun, atau sekitar 30% anak usia 10–12 tahun di AS saat itu.
Instagram baru mulai meminta tanggal lahir pengguna baru pada Desember 2019. Kini, Meta mengklaim menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkirakan usia pengguna dan menerapkan sistem perlindungan remaja. Zuckerberg memperkirakan remaja menyumbang kurang dari 1% pendapatan Instagram karena sebagian besar belum memiliki daya beli signifikan.
Sorotan Emosional Dari Orang Tua
Sidang tersebut juga dihadiri sejumlah orang tua yang mengklaim anak mereka dirugikan atau meninggal akibat media sosial. Beberapa di antaranya sebelumnya hadir dalam kesaksian Zuckerberg di Kongres AS pada 2024, ketika ia meminta maaf kepada keluarga korban.
Salah satu orang tua, Tammy Rodriguez, mengatakan putrinya yang berusia 11 tahun meninggal karena bunuh diri pada 2021 setelah diduga mengalami kecanduan Instagram dan Snapchat. Ia menyatakan kesaksian kali ini terasa serupa dengan sidang Kongres sebelumnya, namun berharap akan ada perubahan nyata. Dalam persidangan, pengacara Kaley bahkan menampilkan poster besar berisi ratusan foto dari akun Instagram kliennya untuk menunjukkan intensitas penggunaan platform tersebut.
Zuckerberg menegaskan bahwa perusahaan yang wajar seharusnya berusaha membantu penggunanya, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang rentan. Sidang ini menjadi momen penting dalam perdebatan global mengenai tanggung jawab platform digital terhadap kesehatan mental generasi muda.