Jamkrindo

Ketegangan Memanas, Trump Sebut AS Kirim Armada ke Iran

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 29 Jan 2026, 10:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait Iran dengan mengklaim bahwa armada tempur besar milik AS sedang bergerak menuju kawasan tersebut.

Trump menyebut armada itu melaju cepat dengan kekuatan penuh dan dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln. Ia menegaskan armada tersebut lebih besar dibandingkan kekuatan militer yang sebelumnya dikirim ke Venezuela.

Menurut Trump, pengerahan armada ini bertujuan memberi tekanan maksimal agar Iran segera bersedia bernegosiasi terkait program nuklirnya. Ia menegaskan AS tidak akan mentoleransi kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

Trump menyatakan waktu bagi Iran untuk “datang ke meja perundingan” semakin menipis. Jika negosiasi kembali gagal, ia memperingatkan serangan lanjutan akan dilakukan dengan skala yang jauh lebih besar.

Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung operasi militer sebelumnya yang disebut sebagai aksi penghancuran besar terhadap Iran. Ia menyebut serangan tersebut terjadi karena Iran mengabaikan peringatan AS.

Ancaman lanjutan ini dinilai sebagai sinyal eskalasi serius di kawasan Timur Tengah, yang selama ini sudah dibayangi konflik geopolitik berkepanjangan.

Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga memicu kekhawatiran global terkait stabilitas keamanan dan pasokan energi dunia.

Sejumlah pengamat menilai retorika keras Trump berpotensi memperburuk situasi jika tidak diimbangi jalur diplomasi yang konkret dan terukur.

Di sisi lain, tekanan militer AS dinilai sebagai strategi negosiasi untuk memaksa Iran menerima kesepakatan yang lebih ketat dan menguntungkan kepentingan Washington.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam sorotan dunia, dengan risiko konflik terbuka yang bisa berdampak luas secara politik dan ekonomi.

Trump menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa AS siap bertindak cepat dan tegas jika Iran kembali mengabaikan tuntutan yang diajukan.