Kim Jong Un Kembali Pamer Kekuatan, Korea Utara Uji Rudal Terbaru

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Nov 2026, 10:54 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Korea Utara kembali menggelar uji coba persenjataan dengan menguji sistem rudal pertahanan udara terbaru dan melakukan latihan serangan rudal jelajah pada Rabu (4/11/2026). Dalam latihan tersebut, rudal jelajah strategis jarak jauh diarahkan untuk menyerang target berupa bandara simulasi.

Laporan media pemerintah Korea Utara menyebut pengujian sistem pertahanan udara dilakukan untuk memastikan spesifikasi teknis dan keandalan material baru. Uji coba tersebut juga menguji berbagai mode pemandu rudal serta kemampuan sistem dalam mengidentifikasi dan melacak target.

Latihan rudal jelajah dilakukan oleh sub-unit dari satuan rudal jelajah strategis jarak jauh Korea Utara di wilayah timur. Target berupa bandara simulasi digunakan untuk menguji kemampuan serangan rudal tersebut.

Uji coba ini mengonfirmasi laporan militer Korea Selatan pada Rabu mengenai peluncuran sejumlah rudal ke arah laut dari wilayah Sondok di pesisir timur Korea Utara. Peluncuran tersebut menjadi aktivitas pengujian senjata keempat Pyongyang dalam kurun waktu satu bulan.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan data deteksi awal menunjukkan rudal yang diluncurkan kemungkinan terdiri dari beberapa jenis berbeda. Hal ini mengindikasikan pengujian yang dilakukan Korea Utara melibatkan lebih dari satu jenis sistem persenjataan.

Sekretaris Jenderal Korea Defense & Security Forum, Shin Jong-woo, menilai gambar yang dirilis Pyongyang memperlihatkan rudal jelajah membawa hulu ledak klaster atau cluster warhead. Menurutnya, peluncuran tersebut kemungkinan bertujuan menguji efektivitas penyebaran muatan hulu ledak di atas area target.

Shin juga mengamati sistem rudal pertahanan udara baru Korea Utara yang pertama kali diperkenalkan pada November 2025. Bagian pemandu rudal tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan sistem rudal darat ke udara S-400 buatan Rusia.

Rangkaian pengujian ini memperlihatkan upaya Korea Utara mengembangkan kemampuan pertahanan udara sekaligus persenjataan serangan jarak jauh. Namun, laporan yang tersedia belum merinci hasil pengujian secara independen maupun kemampuan operasional sistem tersebut.

Aktivitas peluncuran berulang dalam satu bulan juga menjadi perhatian bagi Korea Selatan. Terlebih, pengujian kali ini melibatkan rudal pertahanan udara dan rudal jelajah strategis dengan sasaran latihan yang berbeda.

Perkembangan tersebut menambah dinamika keamanan di Semenanjung Korea. Pengujian senjata Korea Utara berpotensi menjadi perhatian negara-negara di kawasan, terutama terkait perkembangan teknologi rudal dan kemampuan militernya.