Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Oleh Zahra Zahwa pada 27 Jul 2026, 12:38 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pentagon memperbarui basis data korban perang pada Sabtu (26/7/2026). Pembaruan itu menambah lebih dari 140 personel militer Amerika Serikat yang terluka. Selain itu, Pentagon kembali memasukkan empat tentara yang tewas akibat serangan Iran pekan lalu.

Perubahan tersebut muncul setelah berbagai pihak mempertanyakan transparansi pemerintah Amerika Serikat dalam melaporkan dampak perang dengan Iran.

Sementara itu, Pentagon juga memperkenalkan kategori baru bernama Overseas Operations di sistem Defense Casualty Analysis System (DCAS). Kategori itu mulai digunakan untuk mencatat korban tewas dan terluka sejak 7 Juli 2026.

Data terbaru menunjukkan total korban meningkat signifikan. Sejak Amerika Serikat meluncurkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari, sebanyak 18 personel militer dilaporkan tewas. Selain itu, 624 personel lainnya mengalami luka-luka.

Angka korban luka tersebut melonjak dibandingkan laporan sebelumnya. Pekan lalu, jumlah korban luka yang tercatat mencapai 482 orang.

Namun, perubahan data Pentagon sempat memicu sorotan dari media dan anggota parlemen. Sebelumnya, jumlah korban tewas dan terluka justru sempat menurun di sistem DCAS, meski serangan Iran masih berlangsung.

Karena itu, 12 senator dari Partai Demokrat yang tergabung dalam Komite Angkatan Bersenjata Senat mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Kamis. Mereka meminta penjelasan mengenai perubahan data korban dan mekanisme pelaporan yang digunakan Pentagon.

Meski begitu, pembaruan terbaru kini menunjukkan jumlah korban yang lebih tinggi. Data tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai dampak perang Amerika Serikat dengan Iran terhadap personel militernya.