Mau Tidur Lebih Nyenyak? Coba Jalan Kaki

Oleh Hidayat Taufik pada 26 Sep 2026, 08:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Gangguan tidur terkadang muncul karena pikiran masih aktif saat tubuh mulai beristirahat. Salah satu cara sederhana yang bisa dicoba adalah berjalan santai setelah makan malam.

Tidak perlu berjalan dengan intensitas tinggi. Aktivitas ringan selama beberapa menit dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum memasuki waktu tidur.

Berjalan Setelah Makan dan Kadar Insulin

Jalan kaki setelah makan malam bisa menjadi aktivitas ringan untuk mengisi waktu sebelum tidur. Selain itu, kegiatan tersebut dapat membantu tubuh menjalankan proses metabolisme setelah makan.

Neurolog bersertifikat dari Amerika Serikat, Dr Fawad Mian, menjelaskan bahwa berjalan setelah makan dapat membantu tubuh dalam mengatur insulin.

Usai makan, gula darah biasanya mengalami peningkatan. Tubuh kemudian menggunakan insulin untuk membantu mengolah gula tersebut.

Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali dalam jangka panjang, lonjakan gula darah dapat berkaitan dengan resistensi insulin.

“Resistensi insulin dapat memengaruhi berbagai struktur tubuh, termasuk pembuluh darah yang memasok otak,” ungkap Dr Mian, seperti dikutip dari Parade, Sabtu (26/9/2026).

Jalan Santai Selama 10–20 Menit

Jalan kaki setelah makan malam tidak harus dilakukan dengan tempo cepat. Justru, aktivitas dengan intensitas ringan lebih sesuai dilakukan ketika mendekati waktu tidur.

Menurut Parade, berjalan santai selama 10 hingga 20 menit dapat dimasukkan ke dalam rutinitas malam.

Kegiatan tersebut dapat membantu tubuh mengelola gula darah setelah makan. Selain itu, intensitas ringan membuat tubuh tidak terlalu aktif menjelang waktu beristirahat.

Karena itu, berjalan kaki tidak perlu dilakukan hingga tubuh merasa kelelahan. Kecepatan yang nyaman sudah cukup untuk aktivitas tersebut.

Patokannya, seseorang masih dapat berbicara dengan normal selama berjalan.

Jalan Kaki dan Penurunan Kortisol

Jalan santai pada malam hari juga berkaitan dengan hormon kortisol. Hormon tersebut dapat meningkat ketika seseorang mengalami tekanan atau stres.

“Selain itu, berjalan kaki mengurangi kadar kortisol, hormon yang meningkat ketika kita mengalami stres, sehingga lebih mudah untuk tidur,” kata Dr Mian.

Ketika kadar kortisol lebih rendah, tubuh dapat lebih mudah berpindah dari kondisi siaga menuju keadaan yang lebih tenang.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi aktivitas pikiran ketika seseorang sudah berada di tempat tidur.

Hindari Olahraga Berat Menjelang Tidur

Agar tidak mengganggu waktu istirahat, jalan kaki setelah makan malam sebaiknya dilakukan dengan tempo santai. Durasi sekitar 10 hingga 20 menit dapat menjadi pilihan.

Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur. Aktivitas berat dapat meningkatkan detak jantung dan kadar kortisol.

Waktu berjalan kaki juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak dari penggunaan ponsel. Mengurangi aktivitas di media sosial atau membaca berita pada malam hari dapat memberikan jeda dari layar.

Meski begitu, masalah tidur tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Jalan kaki setelah makan malam dapat menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung kualitas istirahat.

Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain, evaluasi medis tetap diperlukan.