JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong lahirnya lebih banyak film bertema sejarah yang mampu bersaing di festival perfilman nasional maupun internasional. Menurutnya, karya-karya tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia.
Fadli menilai, memasuki usia kemerdekaan ke-81, Indonesia perlu menghadirkan film sejarah berkualitas yang mengangkat kisah perjuangan dan tokoh-tokoh bangsa. Ia berharap karya tersebut tidak hanya dinikmati masyarakat dalam negeri, tetapi juga mendapat pengakuan di panggung perfilman internasional.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendukung pengembangan industri film sejarah, termasuk memperluas jalur distribusi melalui berbagai platform agar dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah, sekolah, hingga penonton mancanegara.
Ia mengatakan, semakin luas akses terhadap film sejarah, semakin besar pula peluang masyarakat memahami perjalanan bangsa melalui media yang lebih menarik dan mudah diterima berbagai kalangan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pelaku industri kreatif, sineas, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan film sejarah yang berkualitas sekaligus memiliki daya saing global.
Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Bambang Aris Kartika, menilai film sejarah dan biopik merupakan media edukasi yang efektif bagi generasi muda. Menurutnya, penyajian sejarah melalui visual lebih mudah menarik perhatian dibandingkan materi dalam bentuk buku.
Ia menambahkan, kebiasaan generasi muda yang lebih banyak mengonsumsi konten audiovisual membuat film sejarah memiliki peluang besar menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah nasional.