JAKARTA, Cobisnis.com - Nyeri di area punggung sering membuat banyak orang langsung mengira mengalami gangguan ginjal. Sebaliknya, ada juga yang menyepelekan sakit ginjal karena dianggap hanya pegal biasa akibat kelelahan.
Padahal, nyeri akibat gangguan ginjal memiliki karakteristik yang berbeda dengan nyeri punggung karena masalah otot atau tulang belakang. Memahami perbedaannya penting agar penanganan yang diberikan tidak keliru.
Perbedaan pertama dapat dilihat dari lokasi nyeri. Nyeri ginjal umumnya muncul di sisi tubuh antara tulang rusuk dan pinggul, atau di punggung bagian atas dekat pinggang.
Keluhan akibat gangguan ginjal biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh sesuai organ yang bermasalah. Sementara itu, nyeri punggung lebih sering terasa di kedua sisi dan dapat menjalar hingga bokong atau kaki.
Perbedaan berikutnya terlihat dari karakter rasa sakit. Nyeri ginjal cenderung terasa tumpul dan terus menerus, atau muncul mendadak dengan rasa tajam yang semakin memburuk.
Berbeda dengan itu, nyeri punggung akibat gangguan otot atau saraf biasanya membaik setelah beristirahat atau mengubah posisi tubuh. Rasa sakit juga sering dipicu oleh aktivitas fisik tertentu.
Gangguan ginjal juga hampir selalu disertai gejala lain. Di antaranya demam, menggigil, mual, muntah, urine keruh atau gelap, nyeri saat buang air kecil, hingga tubuh terasa lemas.
Sebaliknya, nyeri punggung karena masalah mekanis umumnya tidak disertai gangguan berkemih maupun demam. Penyebabnya lebih sering berkaitan dengan cedera otot, saraf terjepit, atau perubahan pada tulang belakang.
Jika nyeri di punggung disertai gejala yang mengarah ke gangguan ginjal, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan fisik, tes urine, dan tes darah dapat membantu memastikan penyebab keluhan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.