Ngertakeun Bumi Lamba : Tradisi Sunda yang Menguatkan Kepedulian terhadap Alam

Oleh Hidayat Taufik pada 14 May 2026, 08:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba akan kembali digelar pada 2026 di Gunung Tangkuban Perahu, Bandung Barat. Acara ini menjadi simbol syukur dan keseimbangan manusia dengan alam.

Selain itu, ritual ini juga membawa pesan kuat tentang persatuan lintas suku, agama, dan budaya. Masyarakat diajak menjaga bumi sebagai ruang hidup bersama.

Filosofi upacara ini berasal dari pandangan hidup masyarakat Sunda. Mereka melihat manusia sebagai bagian dari alam semesta yang tidak terpisahkan. Karena itu, konsep “Ibu Bumi, Bapak Angkasa” menjadi dasar nilai harmoni.

Kemudian, tradisi ini menekankan sikap nganuhunkeun atau rasa syukur kepada Sang Pencipta. Sikap ini mendorong manusia lebih peduli terhadap alam dan kehidupan sosial.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga hutan, sumber air, dan ketahanan pangan. Dengan demikian, keseimbangan alam tetap terjaga.

Pada akhirnya, Ngertakeun Bumi Lamba mengajak masyarakat kembali pada kesadaran sebagai penjaga bumi. Dengan begitu, kelestarian alam dapat terus berlanjut.