Pantai Tiga Warna Malang, Laut Cantik yang Wajib Dijaga

Oleh Hidayat Taufik pada 03 Oct 2026, 18:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pantai Tiga Warna di Kabupaten Malang menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan pesisir dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Destinasi ini berada di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC), yang menaungi enam pantai. Selain Pantai Tiga Warna, kawasan tersebut mencakup Pantai Clungup, Pantai Gatra, Pantai Sapana, Pantai Mini, dan Pantai Batu Pecah.

Secara administratif, kawasan wisata tersebut berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pengelolaannya mengusung konsep wisata minat khusus yang tidak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga memberikan edukasi mengenai konservasi.

Perjalanan Panjang Memulihkan Lingkungan

Kawasan CMC memiliki sejarah panjang dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir. Pada periode 1998-2004, hutan pesisir dan kawasan mangrove Sendang Biru mengalami kerusakan akibat aktivitas pembalakan liar dan eksploitasi sumber daya alam.

Kondisi tersebut mendorong konservasionis lokal Saptoyo, yang akrab disapa Pak Sap, untuk memulai gerakan penanaman kembali mangrove. Sejak 2005, pemulihan terumbu karang juga mulai dilakukan melalui Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru.

Upaya yang awalnya digerakkan masyarakat secara mandiri itu kemudian berkembang menjadi kawasan ekowisata. Pantai Tiga Warna resmi dibuka secara terbatas pada 2014 dan selanjutnya memperoleh sejumlah penghargaan, termasuk Anugerah Wisata Jawa Timur serta predikat Objek Wisata Bersih Terpopuler.

Keunikan Pantai Tiga Warna terlihat dari gradasi warna air laut yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Warna biru terlihat pada bagian laut yang lebih dalam, sedangkan perairan dangkal tampak kehijauan. Warna pasir turut memberikan sentuhan cokelat kemerahan pada panorama pantai.

Letak Pulau Sempu yang berada di seberang pantai membuat perairan di kawasan ini cenderung lebih tenang. Kondisi tersebut menjadikan kawasan Pantai Tiga Warna cocok untuk aktivitas snorkeling dan berenang.

Ekosistem bawah lautnya juga menyimpan keanekaragaman hayati. Berdasarkan penelitian, terdapat 721 individu ikan karang yang berasal dari 76 spesies. Kawasan tersebut juga memiliki tutupan karang keras yang masih tinggi.

Pelestarian ekosistem laut dilakukan melalui berbagai kegiatan. Di antaranya pemasangan struktur rumah ikan atau Fish Apartment serta program transplantasi terumbu karang.

Sementara itu, kawasan mangrove di sekitar pantai memiliki sedikitnya 16 jenis vegetasi. Salah satu jenis yang mendominasi adalah Ceriops tagal.

Wisatawan dapat menyusuri kawasan mangrove melalui jalur trekking. Pilihan aktivitas lainnya antara lain berkemah di Pantai Gatra pada Sabtu, bermain kano, serta mengikuti program edukasi berupa penanaman mangrove dan transplantasi karang.

Kuota Wisatawan Dibatasi

Pengelolaan Pantai Tiga Warna menerapkan sejumlah ketentuan untuk menjaga kelestarian kawasan. Sebagai kawasan perlindungan laut atau Marine Protected Area, jumlah wisatawan dan waktu kunjungan dibatasi.

Dalam satu sesi, jumlah pengunjung maksimal mencapai 100 orang. Setiap rombongan juga diberikan waktu kunjungan selama dua jam sebelum kawasan kembali digunakan oleh kelompok berikutnya.

Pengelola menerapkan aturan “Sampahku Tanggung Jawabku”. Barang bawaan yang berpotensi menghasilkan sampah akan dicatat melalui lembar checklist di pos pemeriksaan.

Apabila barang yang sudah dicatat tidak dibawa kembali atau tertinggal di kawasan wisata, pengunjung dikenakan denda Rp100.000 untuk setiap barang.

Pantai Tiga Warna juga memiliki jadwal penutupan rutin setiap Kamis. Hari tersebut digunakan pengelola untuk melakukan kerja bakti sekaligus memberikan waktu bagi kawasan untuk menjalani proses pemulihan.

Penutupan juga diberlakukan saat Hari Raya Idul Fitri serta periode libur Natal dan Tahun Baru.

Untuk memasuki kawasan, wisatawan dikenakan tiket Rp10.000 per orang. Pengunjung juga wajib menggunakan jasa pemandu dengan tarif Rp150.000 untuk satu rombongan yang terdiri atas maksimal lima orang.

Berbagai perlengkapan dan fasilitas tambahan tersedia bagi wisatawan. Alat snorkeling dapat disewa dengan tarif Rp25.000 per orang, sedangkan kano dikenakan biaya Rp25.000.

Bagi wisatawan yang membutuhkan transportasi air, tersedia perahu penyeberangan dengan tarif Rp100.000 per kapal. Satu kapal dapat digunakan maksimal lima orang.

Sementara itu, wisatawan yang ingin bermalam dapat menyewa lahan maupun tenda dengan tarif masing-masing Rp25.000 per malam.

Mengingat adanya pembatasan jumlah pengunjung, wisatawan tidak dapat langsung datang tanpa melakukan reservasi. Pemesanan harus dilakukan terlebih dahulu melalui layanan telepon atau WhatsApp resmi CMC Pantai Tiga Warna.

Prosedur Reservasi dan Rute Perjalanan

Dalam proses pemesanan, calon wisatawan perlu memberikan sejumlah data. Informasi yang diminta mencakup nama, jumlah anggota rombongan, serta tanggal dan waktu kedatangan.

Setelah itu, wisatawan melakukan pembayaran uang muka dan mengirimkan bukti transfer. Kode reservasi yang diterima kemudian wajib ditunjukkan kepada petugas di Pos 2 ketika tiba di lokasi.

Dari pusat Kota Malang, Pantai Tiga Warna berjarak sekitar 72 kilometer. Perjalanan darat umumnya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam, bergantung pada kondisi lalu lintas.

Rute perjalanan dapat ditempuh dari Kota Malang menuju Gadang dan Turen. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur menuju Pantai Sendang Biru.

Wisatawan kemudian mengikuti petunjuk menuju Pantai Goa Cinta atau kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dari sana, perjalanan berlanjut melewati permukiman warga hingga mencapai pintu masuk utama CMC.

Setelah berada di pos utama, wisatawan dapat memilih jalur trekking yang melewati kawasan mangrove atau menggunakan perahu penyeberangan.

Pantai Tiga Warna menjadi salah satu pilihan wisata di Malang Selatan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama laut sekaligus mengenal praktik konservasi pesisir. Konsep tersebut membuat aktivitas wisata tidak hanya berfokus pada rekreasi, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem laut dan mangrove.