JAKARTA, Cobisnis.com - Meta menuding perusahaan perangkat mata mata asal Israel, NSO Group, kembali mencoba membobol pengguna WhatsApp melalui serangan phishing. WhatsApp disebut telah menggagalkan upaya serangan yang dikaitkan dengan perusahaan tersebut.
Meta menyebut serangan terbaru itu memiliki pola yang menyerupai kampanye phishing satu klik yang pernah dilakukan sebelumnya. Pengguna diarahkan untuk mengeklik tautan berbahaya yang membawa mereka menuju situs eksternal.
Phishing satu klik merupakan metode serangan yang memungkinkan perangkat atau akun korban disusupi setelah mengeklik tautan atau lampiran berbahaya. Dalam skenario tersebut, korban tidak harus memasukkan kata sandi atau informasi akun untuk menjadi sasaran.
Dilansir Reuters, Meta mengatakan WhatsApp telah menghapus akun pengujian dan grup yang dibuat NSO Group di platformnya. Langkah tersebut dilakukan setelah perusahaan menemukan upaya serangan yang dikaitkan dengan NSO.
Persoalan ini juga berkaitan dengan proses hukum antara Meta dan NSO Group. Pada Juni, Meta mengatakan akan meminta pengadilan federal menyatakan NSO menghina pengadilan karena diduga melanggar perintah permanen yang melarang perusahaan tersebut menargetkan WhatsApp dan penggunanya.
Pada tahun lalu, pengadilan Amerika Serikat memerintahkan NSO berhenti menargetkan WhatsApp milik Meta. Perintah tersebut menjadi salah satu hambatan hukum bagi perusahaan yang dikenal melalui perangkat mata mata Pegasus.
Pengadilan sebelumnya juga memangkas ganti rugi hukuman yang harus dibayarkan NSO kepada Meta. Nilainya dikurangi menjadi US$4 juta dari putusan sebelumnya sebesar US$167 juta.
Meski nilai ganti rugi dipangkas, perintah permanen yang melarang NSO menargetkan WhatsApp tetap berlaku. NSO sebelumnya memperingatkan putusan tersebut berpotensi membuat perusahaan gulung tikar.
NSO Group selama ini menghadapi berbagai tuduhan terkait penggunaan perangkat Pegasus. Perangkat tersebut dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan aktivitas pengawasan terhadap sejumlah target.
Meta juga menyebut 12 organisasi hak sipil, koalisi peneliti keamanan, pegiat privasi, dan pakar hak digital menyerahkan pendapat hukum pada Mei. Mereka mendukung upaya mempertahankan perintah permanen terhadap NSO dari proses banding.
Di sisi lain, NSO Group masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat karena dinilai melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional atau kebijakan luar negeri AS. Tuduhan terbaru terhadap perusahaan tersebut kini kembali menyoroti keamanan pengguna platform komunikasi digital.