Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang, Kemlu Pastikan WNI Selamat

Oleh Hidayat Taufik pada 21 Sep 2026, 20:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Intensitas konflik Rusia-Ukraina kembali meningkat. Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak hingga saat ini.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan kondisi WNI di Rusia dan Ukraina masih aman berdasarkan pemantauan perwakilan Indonesia di kedua negara.

"Berdasarkan pantauan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow di wilayah akreditasi masing-masing, WNI di Rusia dan Ukraina hingga saat ini dilaporkan dalam kondisi aman," kata Heni, dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv dan KBRI Moskow juga terus berkomunikasi dengan WNI yang berada di wilayah kerja masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan WNI sekaligus mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi mereka.

Berdasarkan data KBRI Kyiv per Juni 2026, sebanyak 80 WNI tercatat berada di Ukraina. Sementara itu, data KBRI Moskow per 10 September 2025 mencatat 1.325 WNI berada di Rusia.

Meski belum ada WNI yang dilaporkan terdampak, Kemlu tetap meminta warga Indonesia di kedua negara meningkatkan kewaspadaan.

"Menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan, serta senantiasa memantau informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat," ucap Heni.

Apabila terdapat peringatan serangan, WNI diminta segera menuju tempat perlindungan. Mereka juga diimbau memastikan dokumen serta kebutuhan penting berada di tempat yang mudah dijangkau.

Heni menambahkan, Kemlu melalui KBRI Kyiv dan KBRI Moskow terus memantau perkembangan keamanan. Koordinasi dengan otoritas setempat juga dilakukan untuk memastikan upaya perlindungan terhadap WNI dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Dalam keadaan darurat, WNI di Ukraina dapat menghubungi Hotline KBRI Kyiv di +380 50 334 7917. Sementara WNI di Rusia dapat menghubungi Hotline KBRI Moskow di +7 985 7502410.

Serangan Drone ke Moskwa

Sebelumnya, serangan drone dalam jumlah besar menghantam wilayah Moskwa dan sekitarnya pada Minggu (20/9/2026).

Serangan tersebut berlangsung pada hari terakhir pemilihan parlemen Rusia. Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin menyebut sistem pertahanan udara Rusia berhasil menjatuhkan sekitar 1.600 drone.

Dari jumlah tersebut, sekitar 450 drone disebut berhasil dicegat ketika mendekati pusat kota.

Serangan itu dilaporkan menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan 20 lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah fasilitas juga terdampak, termasuk kilang minyak dan kawasan pergudangan logistik.

Di kawasan Ramenskoye, sebuah gedung hunian 21 lantai mengalami kebakaran akibat serangan tersebut. Sedikitnya 600 warga kemudian dievakuasi oleh otoritas setempat.

Gubernur Wilayah Moskwa Andrei Vorobyov mengatakan permukiman dan fasilitas pergudangan logistik turut menjadi sasaran.

Sementara itu, surat kabar lokal Kommersant melaporkan empat bandara utama di sekitar Moskwa sempat ditutup. Kondisi tersebut menyebabkan lebih dari 30 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan.