JAKARTA, Cobisnis.com — Gunung Semeru di Jawa Timur masih mengalami erupsi. Namun, aktivitas tersebut disebut masih termasuk dalam pola vulkanik yang selama ini terjadi dan bukan menunjukkan kondisi baru.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menjelaskan, erupsi yang kembali terjadi pada Gunung Semeru masih berkaitan dengan aktivitas vulkanik yang telah berlangsung sejak 2025. Hingga kini, gunung tersebut tetap berada dalam status Level III atau Siaga.
"Kalau vulkanik sebagaimana hari-hari biasanya, Semeru memang selalu mengeluarkan erupsi. Tetapi kondisi tersebut sudah terjadi sejak tahun 2025 dan statusnya masih Siaga III," kata Gatot, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026).
Ia menambahkan, penetapan status Siaga pada Gunung Semeru telah berlangsung sejak 9 November 2025. Sampai sekarang, belum ada perkembangan yang dinilai cukup signifikan untuk mengubah level kewaspadaan tersebut.
"Sudah, memang statusnya 9 November 2025," katanya.
Dalam menghadapi aktivitas vulkanik tersebut, BPBD Jawa Timur tetap berkomunikasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Koordinasi dilakukan terutama untuk memastikan masyarakat mengetahui area yang masih diperbolehkan untuk beraktivitas serta wilayah yang harus dihindari.
Menurut Gatot, informasi mengenai batas aman dan kawasan yang perlu dijauhi telah disosialisasikan kepada warga. Dengan kondisi tersebut, masyarakat masih dapat menjalankan kegiatan sehari-hari di lokasi yang berada di luar zona berbahaya.
BPBD Jatim juga belum melihat adanya kebutuhan untuk melakukan evakuasi maupun membuka tempat pengungsian. Aktivitas Semeru saat ini masih dinilai berada dalam kondisi yang sesuai dengan pola sebelumnya.
"Tidak ada [evakuasi], karena posisinya hal ini terjadi seperti kegiatan-kegiatan seperti biasanya dan tidak ada hal-hal yang menonjol karena dari awal sudah memang kondisinya level III," ujarnya.
Semeru Mengalami Tiga Erupsi pada 7 September
Aktivitas Gunung Semeru kembali tercatat beberapa kali pada Senin (7/9/2026). Data pemantauan yang dipublikasikan melalui Magma Indonesia, platform Kementerian ESDM, menunjukkan terdapat tiga kejadian erupsi pada hari tersebut.
Erupsi pertama berlangsung sekitar pukul 04.50 WIB. Beberapa jam kemudian, aktivitas serupa kembali tercatat pada pukul 13.19 WIB. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 20.35 WIB.
Pada kejadian terakhir, alat seismograf mencatat amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter dengan lama aktivitas mencapai 116 detik. Meski demikian, tidak ada kenampakan letusan yang berhasil diamati secara visual.
Gunung Semeru saat ini termasuk dalam lima gunung api di Indonesia yang berada pada Level III atau Siaga. Level tersebut berada satu tingkat di bawah status tertinggi, yakni Level IV atau Awas.
Selain Semeru, gunung api lain yang juga berstatus Siaga ialah Anak Krakatau di Selat Sunda, Merapi yang berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sinabung di Sumatera Utara, serta Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, belum ada gunung api di Indonesia yang saat ini ditetapkan pada Level IV atau Awas. Sebanyak 22 gunung api lainnya masih berada pada Level II atau Waspada.