Serangan Houthi Kian Intensif, Arab Saudi Kehabisan Pilihan Respons

Oleh Zahra Zahwa pada 14 Sep 2026, 09:59 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kemajuan cepat kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman semakin meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi. Situasi tersebut membuat kerajaan Teluk itu menghadapi pilihan yang semakin terbatas untuk merespons ancaman yang berkembang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi memperluas pengaruhnya di sejumlah wilayah strategis di Yaman. Selain itu, kelompok tersebut terus melancarkan serangan yang menargetkan Arab Saudi.

Meski menghadapi tekanan yang meningkat, Riyadh disebut belum menginginkan perang berskala penuh. Namun, tindakan Houthi yang semakin berani berpotensi menyeret Arab Saudi ke konflik yang lebih luas.

Sejumlah analis menilai pemerintah Saudi masih berupaya menghindari eskalasi besar. Karena itu, kerajaan tersebut terus mempertimbangkan berbagai opsi diplomatik dan militer.

Pakar Yaman sekaligus penasihat risiko yang berbasis di Washington DC, Mohammed Al-Basha, mengatakan tanda-tanda saat ini mengarah pada kemungkinan balasan besar dari Arab Saudi.

Menurut Al-Basha, peluang terjadinya respons militer skala besar terus meningkat dari hari ke hari. Sementara itu, ruang gerak Arab Saudi dinilai semakin sempit seiring meningkatnya ancaman keamanan di kawasan.

Ia juga menilai Saudi menghadapi situasi yang sulit. Di satu sisi, Riyadh ingin menghindari perang terbuka. Di sisi lain, serangan yang terus berlanjut dapat memaksa kerajaan mengambil tindakan yang lebih tegas.

Konflik Yaman sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan berbagai aktor regional. Selain itu, persaingan antara Arab Saudi dan Iran turut memperumit upaya penyelesaian konflik tersebut.

Pengamat menilai setiap langkah yang diambil Riyadh saat ini memiliki konsekuensi besar. Karena itu, perkembangan situasi dalam beberapa hari mendatang akan menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.