Setelah Abu Vulkanik Turun Begini Cara Aman Membersihkan Rumah

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 07 Sep 2026, 10:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah perlu dibersihkan dengan cara yang tepat. Pembersihan secara sembarangan justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.

Sebelum membersihkan, warga disarankan menggunakan masker atau kain basah sebagai perlindungan. Pastikan area yang akan dibersihkan memiliki ventilasi yang cukup.

Untuk permukaan dalam rumah, gunakan kain lembap, air dan deterjen, atau penyedot debu jika tersedia. Hindari menggosok permukaan terlalu keras karena partikel abu dapat menggores kaca, akrilik, hingga permukaan kayu.

Abu yang menumpuk tebal di lantai sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kantong. Jangan menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat debu kembali menyebar ke udara.

Lantai keras dapat dibersihkan menggunakan pel lembap atau kain basah. Karpet dan pelapis juga sebaiknya dibersihkan dengan deterjen setelah abu disedot.

Peralatan elektronik seperti komputer, televisi, dan radio perlu dibersihkan dengan hati hati. Pastikan perangkat dalam kondisi mati dan tidak terhubung dengan sumber listrik sebelum dibersihkan.

Filter AC, saluran masuk udara kulkas, kipas, dan exhaust fan juga perlu diperiksa. Setelah hujan abu, filter mungkin perlu lebih sering dibersihkan atau diganti karena partikel abu dapat kembali beredar di dalam rumah.

Pakaian yang terkena abu sebaiknya dicuci dalam jumlah kecil dengan banyak air dan deterjen. Kain lap yang terkena abu juga perlu dibilas terlebih dahulu sebelum dicuci.

Anak anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain di area berdebu. Hewan peliharaan juga perlu dijaga di dalam ruangan, sementara bulunya perlu disisir jika sempat terpapar abu di luar.

Warga juga disarankan tidak menggunakan sapu dengan sikat samping, blower, kipas angin, atau pengering pakaian listrik saat membersihkan abu. Alat tersebut dapat mengangkat kembali partikel abu ke udara dan meningkatkan risiko paparan.