Standard Chartered Bahas Masa Depan Pembayaran Digital

Oleh Dwi Natasya pada 13 Oct 2026, 14:57 WIB

Standard Chartered Indonesia menggelar Treasury Leadership Forum 2026 untuk membahas pembayaran digital, AI, dan peluang Indonesia di tengah perubahan rantai pasok global.

JAKARTA, Cobisnis.com - Standard Chartered Indonesia menggelar Indonesia Treasury Leadership Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (13/10/2026) untuk membahas masa depan sistem pembayaran, perkembangan teknologi keuangan, serta perubahan rantai pasok global.

Mengusung tema “The Blueprint for Tomorrow: From Today’s Disruption to Tomorrow’s Opportunity”, forum tahunan ini mempertemukan regulator, pelaku industri, pemimpin korporasi, dan para ahli untuk membahas strategi perusahaan menghadapi dinamika ekonomi global.

Forum tersebut merupakan penyelenggaraan kedua di Indonesia dan menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus CEO Sintesa Group, Shinta Kamdani, sebagai pembicara utama.

CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro OBE, mengatakan perkembangan pembayaran digital menunjukkan perubahan kebutuhan transaksi yang semakin cepat.

“Pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia menunjukkan betapa cepatnya kebutuhan transaksi terus berkembang. Menurut Bank Indonesia, volume transaksi pembayaran digital pada bulan Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi, atau tumbuh lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Ke depan, kecerdasan buatan (AI) dan mata uang digital berpotensi mengubah cara perusahaan melakukan transaksi keuangan, sehingga transaksi tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga semakin otomatis, cerdas, dan terhubung,” ujar Donny.

Ia juga mengacu pada laporan Future of Trade 2026 dari Standard Chartered yang memproyeksikan percepatan digitalisasi perdagangan berpotensi meningkatkan nilai perdagangan global sebesar US$2,8 triliun atau 6,9% di atas proyeksi dasar pada 2031.

Menurut Donny, penggunaan AI, dokumen digital, dan otomatisasi dapat membantu perusahaan menjalankan perdagangan lintas negara secara lebih efisien sekaligus memperluas peluang bisnis.

Forum tahun ini membahas dua tema utama. Sesi “The Future of Payments: Intelligent. Instant. Resilient.” menyoroti potensi pembayaran real-time, AI, aset digital, dan konektivitas dalam mengubah pengelolaan pembayaran serta likuiditas perusahaan. Diskusi tersebut juga membahas keamanan siber, pencegahan penipuan, dan ketahanan operasional.

Sesi berikutnya, “Rewiring Global Supply Chains: From Uncertainty to Opportunity”, mengulas dampak ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan, dan diversifikasi produksi terhadap strategi rantai pasok perusahaan.

Perubahan tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang disampaikan dalam forum, realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7% secara tahunan. Sementara itu, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau meningkat 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, peningkatan investasi perlu diikuti dengan penguatan pemasok lokal, keterampilan tenaga kerja, teknologi, infrastruktur, logistik, dan pembiayaan agar nilai tambah ekonomi dapat lebih banyak dipertahankan di dalam negeri.

Dalam pidato utamanya, Shinta Kamdani menekankan tiga faktor untuk menghadapi perubahan ekonomi global, yakni peluang, daya saing, dan konektivitas.

“Peluang berarti menangkap pasar baru, beradaptasi dengan perubahan rantai pasok global, dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Daya saing berarti meningkatkan produktivitas, mengelola biaya, serta menciptakan iklim usaha yang lebih pasti. Sementara itu, konektivitas berarti memperkuat rantai pasok, logistik, akses pembiayaan, dan sistem pembayaran, baik di dalam negeri maupun lintas negara,” ujar Shinta.

Ia menambahkan bahwa ketiga faktor tersebut perlu berjalan beriringan agar dunia usaha dapat memanfaatkan peluang dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi layanan, Standard Chartered Indonesia telah meluncurkan Payouts-as-a-Service untuk membantu nasabah korporasi mengotomatisasi pembayaran dalam skala besar dan berulang berdasarkan parameter bisnis yang ditentukan.

Perusahaan juga meraih sejumlah penghargaan dalam The Asset Triple A Treasurise Awards 2026, termasuk Best Payments and Collections serta Best RMB Bank in Indonesia untuk tahun kedua berturut-turut.

Melalui Indonesia Treasury Leadership Forum 2026, Standard Chartered menegaskan komitmennya mempertemukan pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan treasury dan membantu perusahaan menghadapi perubahan ekonomi serta memanfaatkan peluang pertumbuhan.