Gelombang Kritik Menerpa Gianni Infantino, Peluang Terpilih Lagi di FIFA Menipis

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Aug 2026, 16:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Posisi Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sorotan setelah rencananya membentuk anak perusahaan komersial untuk mengelola hak komersial Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya gagal terealisasi. Kegagalan tersebut memicu gelombang kritik dari sejumlah asosiasi sepak bola, terutama di Eropa.

Meski ancaman boikot dari UEFA terhadap turnamen FIFA telah mereda, hubungan antara FIFA dan federasi-federasi anggotanya disebut masih belum sepenuhnya pulih. UEFA menyatakan fokus mereka kini adalah membangun kembali kepercayaan yang sempat terkikis akibat kebijakan tersebut.

Dalam waktu dekat, FIFA akan menggelar sejumlah turnamen penting, termasuk Piala Dunia U-20 dan Piala Dunia U-17 putri. Ajang-ajang itu dipandang sebagai ujian pertama bagi kepemimpinan FIFA setelah polemik komersialisasi yang menuai penolakan luas.

Sejumlah asosiasi sepak bola mulai menarik dukungan terhadap Infantino. Finlandia menjadi negara pertama yang secara terbuka mencabut dukungan, disusul Wales dan Inggris. Sementara itu, German Football Association diperkirakan akan mengambil langkah serupa setelah sejumlah petingginya melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Infantino.

Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Infantino berencana kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan terakhirnya. Namun, tekanan yang terus meningkat membuka kemungkinan munculnya penantang baru atau bahkan upaya untuk menghentikan pencalonannya sebelum pemungutan suara digelar.

Hingga kini belum ada kandidat yang benar-benar menonjol sebagai pengganti Infantino. Beberapa nama seperti Nasser Al-Khelaifi, Aleksander Čeferin, Victor Montagliani, Lise Klaveness, dan Salman bin Ibrahim Al Khalifa sempat disebut sebagai kandidat potensial. Namun, sebagian di antaranya telah menyatakan belum berminat maju dalam pemilihan Presiden FIFA.