JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Jepang memaparkan rencana percepatan pembangunan kekuatan militernya dalam buku putih pertahanan terbaru. Pemerintah menilai langkah itu penting untuk menjaga keamanan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Laporan tahunan tersebut menyoroti meningkatnya tantangan keamanan dari China, Rusia, dan Korea Utara. Karena itu, Jepang ingin memperkuat kemampuan pertahanannya setelah puluhan tahun menerapkan pembatasan militer pascaperang.
Selain memperkuat kemampuan tempur, pemerintah juga mendorong pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Jepang ingin memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mempercepat inovasi di sektor tersebut.
Pemerintah juga berencana meningkatkan dukungan bagi perusahaan rintisan atau startup. Sementara itu, produsen senjata didorong menggunakan lebih banyak komponen komersial agar proses produksi menjadi lebih efisien.
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan investasi di sektor pertahanan tidak hanya meningkatkan keamanan negara. Namun, investasi tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat.
Selain itu, pemerintah menilai industri pertahanan berpotensi menciptakan lapangan kerja baru. Langkah itu juga diharapkan mampu memperkuat daya saing teknologi Jepang di tingkat global.
Kebijakan tersebut sejalan dengan strategi Perdana Menteri Sanae Takaichi. Ia mendorong belanja negara yang bersifat strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Meski begitu, rencana peningkatan kemampuan militer Jepang diperkirakan tetap menjadi perhatian negara-negara di kawasan Asia Timur. Sebab, perubahan kebijakan pertahanan Jepang dapat memengaruhi dinamika keamanan regional.