Konflik AS dan Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melesat ke Level Tertinggi Sebulan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Jul 2026, 10:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak dunia kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu pagi WIB. Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali mengganggu sentimen pasar energi global.

Kenaikan harga terjadi setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent naik 1,43 dollar AS atau 1,7 persen menjadi 84,73 dollar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,20 dollar AS atau 1,5 persen menjadi 79,34 dollar AS per barel, sekaligus mencatat level penutupan tertinggi dalam sekitar satu bulan.

Analis Ritterbusch and Associates menilai konflik AS dan Iran masih berpotensi berlanjut. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar risiko gangguan pasokan minyak sehingga mendorong harga tetap berada di level tinggi.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana mengenakan biaya 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia juga menegaskan jalur pelayaran internasional tetap terbuka, kecuali bagi kapal milik Iran, sehingga sempat menekan harga minyak sebelum kembali berbalik naik.

Penguatan harga semakin didorong laporan rudal jelajah Iran yang menghantam dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab. Serangan tersebut menyebabkan satu awak kapal asal India tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka.

Di sisi lain, konflik Rusia dan Ukraina juga terus membayangi pasar energi global. Serangan terhadap dua kilang minyak Rusia disebut menekan ekspor diesel, sementara harga kontrak berjangka diesel di Amerika Serikat telah melonjak sekitar 21 persen sepanjang Juli, lebih tinggi dibanding kenaikan harga minyak mentah yang mencapai sekitar 14 persen.