Ramai Laba Rp78 Ribu, Menkop Siapkan Model Baru untuk Koperasi Merah Putih di Kota Besar

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Jul 2026, 15:26 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono buka suara terkait ramainya kabar Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan, yang hanya membukukan laba bersih Rp78 ribu selama enam bulan beroperasi.

Ferry menjelaskan koperasi tersebut didirikan secara mandiri oleh pengurus setempat. Menurutnya, koperasi itu bukan bagian dari model yang selama ini menjadi fokus pengembangan Kementerian Koperasi.

Ia mengatakan pemerintah selama ini lebih memprioritaskan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Pengembangannya meliputi gudang, gerai, peralatan, hingga fasilitas pendukung di wilayah pedesaan.

Ferry mengakui hingga saat ini pemerintah memang belum memiliki model bisnis khusus untuk koperasi yang berada di kawasan perkotaan. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan karakter koperasi di desa.

Menurutnya, koperasi di kota besar membutuhkan studi kelayakan dan strategi usaha yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang diterapkan tidak bisa disamakan dengan koperasi berbasis desa.

Kementerian Koperasi pun berencana segera menyusun model bisnis khusus bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih. Langkah itu akan diawali dengan pembenahan koperasi di Melawai.

Ferry menegaskan model baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kota besar seperti Jakarta. Harapannya, koperasi mampu berkembang dengan skema usaha yang lebih realistis dan berkelanjutan.

Sorotan terhadap Koperasi Merah Putih Melawai juga datang dari anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. Ia mempertanyakan laba bersih Rp78 ribu selama enam bulan, padahal modal yang digunakan mencapai Rp3 miliar.

Perhitungan tersebut juga ramai menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan efektivitas pengelolaan koperasi dengan nilai keuntungan yang dinilai sangat kecil dibandingkan modal awal.