Menlu Sugiono Dorong Pengakuan Palestina di Forum PBB

Oleh Hidayat Taufik pada 25 Sep 2026, 11:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Luar Negeri RI Sugiono meminta negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempertimbangkan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat menghadiri High-Level Ministerial Global Alliance for the Implementation of the Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026).

"Kita harus terus mengetuk pintu setiap negara yang belum mengakui Palestina, karena setiap pengakuan akan meruntuhkan satu demi satu batu bata dari tembok pendudukan," kata Sugiono, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (25/9/26).

Sugiono menyebut jumlah negara yang mengakui Palestina sebagai negara semakin bertambah setelah munculnya Deklarasi New York dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Ia juga menekankan pentingnya sikap bersama untuk mencegah berbagai kebijakan yang dapat berdampak terhadap kedudukan Palestina sebagai negara.

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian Indonesia adalah rencana pembangunan permukiman Israel di kawasan E1.

"Indonesia menolaknya, PBB menolaknya, masyarakat internasional pun harus menolaknya," tuturnya.

Indonesia Lanjutkan Bantuan untuk Palestina

Sugiono menegaskan Indonesia akan tetap menjalankan dukungan kemanusiaan sekaligus dukungan politik bagi Palestina.

Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui rencana bantuan senilai 1,2 juta dollar AS kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina.

Selain bantuan tersebut, Indonesia bersama Belanda akan menjadi tuan rumah pertemuan aliansi global yang membahas isu Palestina. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di Den Haag pada November 2026.

"Dukungan politik kita harus diwujudkan dalam langkah-langkah terkoordinasi yang melindungi kenegaraan Palestina, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mengakhiri pendudukan," ucapnya.

Sugiono selanjutnya meminta negara-negara anggota PBB tetap menempatkan persoalan Palestina dalam agenda internasional. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Palestina dalam proses tersebut.

"Persatuan kita adalah kekuatan kita; mari kita manfaatkan hal tersebut untuk mencapai tujuan bersama, yaitu terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Terima kasih," tandasnya.