JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia melalui Kremlin menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak menyetujui usulan dari Moskow terkait rencana pengelolaan uranium yang telah diperkaya milik Iran.
Proposal tersebut sebelumnya diajukan sebagai salah satu opsi diplomatik untuk meredakan konflik yang tengah berlangsung.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa gagasan tersebut merupakan inisiatif dari Presiden Vladimir Putin. Ia menilai rencana itu sebagai langkah konstruktif dalam upaya menurunkan ketegangan, namun tidak mendapat respons positif dari pihak AS.
Peskov menjelaskan bahwa Rusia bersedia menampung uranium hasil pengayaan Iran di wilayahnya. Meski demikian, ia menyayangkan sikap Washington yang menolak tawaran tersebut, padahal dinilai berpotensi menjadi solusi.
Ia juga menegaskan bahwa Rusia tetap membuka peluang untuk membahas kembali usulan tersebut apabila ada permintaan dari pihak-pihak yang terlibat.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa proposal ini telah diajukan sejak pertengahan tahun lalu dan kembali diangkat dalam waktu dekat. Namun hingga kini, pemerintah AS tetap pada pendiriannya untuk tidak menerima rencana tersebut.
Sementara itu, Iran menyampaikan bahwa keputusan terkait program nuklirnya akan sangat bergantung pada hasil perundingan dengan Amerika Serikat, termasuk kemungkinan tercapainya kesepakatan baru di antara kedua pihak.