Selatan Selat Lombok Berpotensi Dihantam Gelombang 6 Meter, Ini Peringatan BMKG

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Jul 2026, 12:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut sangat tinggi di wilayah selatan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 4 hingga 6 meter sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan pelaku aktivitas laut lainnya agar memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar. Peringatan ini disampaikan karena kondisi gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan di laut.

Prakirawan Stasiun Meteorologi NTB, Andre Jersey, mengatakan angin permukaan di wilayah NTB bertiup dari arah timur hingga selatan. Kecepatan angin maksimum diprakirakan mencapai 37 kilometer per jam.

Peningkatan kecepatan angin diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian utara dan selatan, perairan selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian selatan, perairan utara dan selatan Pulau Sumbawa, serta Samudra Hindia di selatan NTB.

Selain gelombang 4 hingga 6 meter di selatan Selat Lombok, BMKG juga memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Selat Alas, perairan selatan Pulau Sumbawa, dan Samudra Hindia selatan NTB. Sementara gelombang 0,5 hingga 1,25 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara, perairan utara Pulau Sumbawa, serta Selat Sape.

BMKG mengingatkan setiap jenis kapal memiliki batas risiko yang berbeda terhadap gelombang tinggi. Perahu nelayan mulai berbahaya saat gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang di atas 1,5 meter, dan kapal ferry saat gelombang melebihi 2,5 meter.

Sementara kapal kargo dan kapal pesiar berisiko ketika tinggi gelombang melampaui 4 meter. Untuk kondisi cuaca, BMKG memprakirakan wilayah NTB didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan suhu 19 hingga 33 derajat Celcius dan kelembapan 40 sampai 98 persen.