Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Oleh Rizki Meirino pada 20 Oct 2026, 20:28 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Standard Chartered Indonesia meningkatkan fasilitas pembiayaan kepada PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), produsen sepeda motor listrik ALVA yang merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk, menjadi USD20 juta atau setara Rp358,2 miliar.

Diumumkan di Jakarta pada Selasa (20/10/2026), peningkatan fasilitas ini bertujuan memberikan fleksibilitas pendanaan bagi EMI untuk mendukung operasional, pengadaan bahan baku dan komponen, serta pengembangan bisnis.

EMI mengoperasikan fasilitas manufaktur di Cikarang, Jawa Barat, dengan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi sekaligus mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.

Kerja sama Standard Chartered dan EMI telah dimulai sejak 2022 melalui fasilitas pembiayaan perdagangan berkelanjutan untuk pengadaan bahan baku dan komponen produksi sepeda motor listrik ALVA.

CEO Indonesia Standard Chartered, Donny Donosepoetro OBE, mengatakan peningkatan fasilitas ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan EMI dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Donny, Indonesia memiliki sekitar 145 juta sepeda motor yang beredar sehingga percepatan adopsi kendaraan listrik pada segmen tersebut berpotensi mendukung transisi energi berkelanjutan.

Ia menambahkan, keberhasilan transisi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada jumlah kendaraan di jalan, tetapi juga membutuhkan kapasitas manufaktur dalam negeri, rantai pasok yang kuat, dan akses pembiayaan.

Perkuat Industri Kendaraan Listrik

CEO ALVA, Purbaja Pantja, menyatakan fasilitas pembiayaan yang lebih besar memberikan fleksibilitas untuk menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen sekaligus memperkuat kemampuan manufaktur serta pengembangan produk di Indonesia.

Ia berharap kelanjutan kerja sama tersebut dapat mendukung pertumbuhan bisnis ALVA secara berkelanjutan dan memperkuat rantai pasok industri motor listrik dalam negeri.

Pembiayaan ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia mempercepat adopsi kendaraan listrik dan memperkuat industri manufaktur nasional.

Komitmen Transisi Rendah Karbon

Standard Chartered menyebut pembiayaan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui solusi pendanaan bagi sektor energi, transportasi, dan industri.

Secara global, perusahaan telah memobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar USD157 miliar sejak Januari 2021 hingga September 2025, sebagai bagian dari target mobilisasi USD300 miliar pada 2030.

Di Indonesia, Standard Chartered terus memanfaatkan jaringan internasional dan kapabilitas pembiayaannya untuk mendukung transisi energi serta pengembangan industri rendah karbon melalui kemitraan dengan perusahaan, termasuk EMI.